Luang Prabang, Laos – Si Cantik dari Utara

/
6 mins read

Dari 3 kota di Laos yang dikunjungi… gue. jatuh. cinta. dengan. Luang. Prabang.

we do have fun here!
we do have fun here!

Luang Prabang adanya di bagian utara Laos dan dianugerahi sebagai World’s Heritage Site pada tahun 1995 yang sesungguhnya gue nggak ngerti apa sih kriterianya? Luang Prabang ini agak semacam Ubud (menurut kami berempat) karena isi kotanya itu gallery, restoran yang interiornya cantik, toko souvenir dengan barang-barang yang bikin ngiler dan beberapa penginapan kece yang tersusun sangat rapih. Karena bekas jajahan Perancis, Luang Prabang ini bentuk kotanya berkotak-kotak dimana nyaris semua jalanannya nyambung dan bermuara ke ujungnya yang berupa sungai. Kotanya bersih, apik dan mudah dipelajari: tourist friendly banget!

Karena Luang Prabang adalah kota terakhir yang dikunjungi maka saatnya kita menghabiskan Kip yang tersisa: belanja-belanji, makan enak di restoran-restoran, dan nginep di tempat yang agak mahal dari 2 kota sebelumnya menjadi agenda utama. Penginapannya!!!!! Sukaaaa… Huahahaha… dari ketiga kota yang dikunjungi di Laos, penginapannya nggak ada yang gagal! Tapi yang di Luang Prabang super kece. Emang sih udah liat dari websitenya kalau hotel ini emang bikin ngiler, eh pas nyampe bener-bener kaget! Selain karena ternyata emang ini butik hotel (ada shuttlenya bok! gue terakhir nginep di hotel yang punya shuttle mah nggak pernah bayar sendiri!), kamarnya super nyaman dengan 4 kasur yang berukuran besar, kamar mandinya juga luas dan bersih bikin gue jadi rajin mandi dan teras kamarnya juara kelas! ngadep ke sungai yang saat itu karena musim panas jadi airnya hanya kaya menggenang saja. Ah, nggak nyesel-lah ngeluarin budget lebih :)

tampak depan penginapannya
tampak depan penginapannya
ini kamarnya! (photo: Mumun)
ini kamarnya!

Kotanya bercuaca lebih sejuk dibandingkan dengan Vientieane dan Vang Vieng jadinya berasa agak-agak romansa. Apalagi kalau sudah malam restoran-restoran di pusat kota yang siang aja udah cantik nah pas malam karena lampu-lampu nyala jadi ngundang banget buat disinggahi. Selain itu dibagian ujungnya kan berupa sungai dan beberapa penginapan yang lokasinya di seberang sungai bikin restoran yang pemandangannya ya ngadep ke sungai.  Sebenernya sungainya nggak spesial amat: airnya nggak bening dan suara airnya nggak kedengeran karena emang lagi nggak ngalir tapi Luang Prabang tertata dengan baik dan benar sehingga yang biasa itu jadi luar biasa! gemes banget liatnyaaaa…

Di Luang Prabang hanya 4 kegiatan utama yang kami lakukan: main sepeda, main ke air terjun Kuang Si, pagi buta liat pemberian makan ke para monk dan menggila di pasar malam.

Kuang Si waterfall

Kuang Si
Kuang Si

Perjalanan naik tuk-tuk lumayan juga sekitar 45 menit deh dari pusat kota dan nyampe sana ekspektasi kita besar banget apalagi hasil browsing berkata tempat ini supercantik. Masuk ke Kuang Si ternyata mesti trekking ringan dulu sekitar 15-20 menit sambil melewati tempat penangkaran beruang madu.

Begitu nyampe di air terjunnya… wakwaaaw… bukan kecewa seperti di Vang Vieng sih (tapi tetep ada kecewanya dikit), tapi lebih ke… RUAME BANGET!!! trus kita berenang dimanaaa? hahahaha… Bagian berenang ini berbentuk seperti kolam dan itu pun kecil! Trus bunyi air terjunnya cuma kedengeran kecil dan airnya nggak mengalir-mengalir banget… Cuma udah kepalang tanggung ya udah nyampe sana mau nggak mau ya berendem juga. Airnya dingin bangettttt!!!!

Selesai kum-kum kita naik lagi ke atas, mau liat langsung air terjunnya kayak apa. Gue sih nggak paham sama air terjun tapi yang ini nggak bikin gue melongo. Bagus-bagus aja tapi ya udah aja gitu.

itu air terjunnya
itu air terjunnya

Giving Alms

the monk
the monk

Salah satu alasan kenapa mau ke Luang Prabang justru buat ini. Prosesi pemberian makan ke para monk di pagi buta ini khas banget (katanya). Jadilah di satu hari kami bangun saat matahari belum naik terus genjot sepeda cepat-cepat ke area yang akan digunakan untuk prosesi ini buat nonton :D orang hotel udah ngasih tau untuk pergi ke bagian belakang temple-nya, karena disana lebih sepi dari turis dan lebih banyak masyarakat lokalnya.

Yang dikasih ke monk ini kebanyakan beras ketan dan snack. Monk-nya cuma bawa wadah yang warna emas dan diselempangin gitu trus nanti orang-orang akan duduk berjejer di jalan dan masukin ke wadahnya. Rute jalan para monk ini panjang! Nggak kebayang diakhir rute itu wadah beratnya kayak apaan (0.o)

turis boleh ikut serta loh
turis boleh ikut serta loh
masyarakat lokal Luang Prabang
masyarakat lokal Luang Prabang

Pasar malam

Pasar malam di Luang Prabang rusak banget! kalo di Vientiane jualannya banyak barang-barang masa kini, kalau di Luang Prabang yang etnik gitu. Duh, ampun deh! Sepatu, rok, tas, dress, karpet… arrghhh… dan gue salah pergi dengan 2 orang lainnya yang juga doyan belanja. Akibatnya pulang dari Luang Prabang mesti nambah 1 tas lagi kaaan…

Luang Prabang night market
Luang Prabang night market

Luang Prabang sungguh kota yang menyenangkan dan mudah untuk jatuh cinta disini :) dan kalau ke Luang Prabang jangan lupa icipin buffalo sausages with sticky rice. Rasa enaknya sulit digambarnya. Wajib coba!

*all photos are taken by Mumun except for Kuang Si waterfall

30 Comments

        • jauuuh… 10 jam dari Vientiane dan mrk ada jadwal busnya gitu. AA?
          day 1 – vientiane
          day 2 – perjalanan ke LP (kalo brkt jam 6 pagi aja nyampenya jam 4 sore)
          day 3 – balik lagi ke Vientiane :p
          day 4 – pulang

          Vang Vieng seru juga dan ada kota2 lain yang dekat Vientiane yang katanya seru ^.^

          • wuiiih.. high season tuh! lagi panas2nya… mau Lao New Year yaaa? bisa ajaaa asal mau capek & nggak lama di satu tempat. Dari LP ke CR dulu bisnya malam, nah kalau dari BKK nggak tau ya… btw, BKK ke LP itu jauh banget loh. coba cek pesawat aja.

            dulu rutenya: LP-CR (16 jam naik bus), CR-CM (bus 3 jam) lanjut night train ke BKK dan nyampe bangkok pagi.

            Hehehehe

          • Waw! Emang Lao New Year kapan sih? :)) *belum browsing*
            Aku ke sana tanggal 10 an kalau gak salah, semoga semuanya bersahabat deh ^^

            Thanks infonya kaaaak!

          • 13-15 April puncaknya di Bangkok yang aku tau… nah di lao puncaknya nggak tau kapan tapi sekitar tanggal segitu udah ada yang mulai siram2an… siap2 aja basaaaahhhh :P

  1. Waktu itu naik yang sleeper bus gak mba,,? Masih inget untuk pemesanannya..? Soalnya banyaknbaca di blog yg ketipu gitu mba, katanya sleeper tpi bis biasa. Rencananya mau ke Vientiane sama Luang Prabang nanti bulan Mei mba. Thanks yh mba infonya.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Previous Story

Alor Mei 2013

Next Story

Waerebo: menuju ke desa (yang seperti) mainan

Latest from Blog

TravelNBlog5 : Makasar!

“Pokoknya mesti makan pallubasa!” – hanya itu yang terlintas di pikiran saat tim TravelNBlog5 memutuskan mengadakan

Hola!

Pengen main ke: Derawan Komodo atau Overland Flores Weh Wakatobi Takabonerate atau Overland Sulsel Danau Toba