Menikmati Nuansa Tradisional Jepang di Kyoto

5 mins read

Kyoto adalah salah satu kota yang paling terkenal di Jepang. Dulu kota ini merupakan ibukota Jepang selama lebih dari 1000 tahun, sampai akhirnya pada tahun 1869 pindah ke Tokyo. Oleh sebab itu, sampai saat ini kita masih bisa melihat bagaimana Kyoto menjadi kota yang sarat akan budaya dan sejarah. Di berbagai sudut kota masih bisa kita lihat rumah-rumah bergaya tradisional, kuil-kuil dengan festival budaya, dan orang-orang yang lalu lalang menggunakan kimono dan yukata. Nuansa tradisional sangat kental di kota ini, tidak heran banyak wisatawan yang tertarik untuk menjelajahi lebih dalam budaya Jepang di Kyoto.

Fushimi Inari, Tokyo

Pakai Kimono

Untuk lebih menghayati budaya Jepang, kamu bisa menyewa kimono untuk digunakan selama berjalan-jalan keliling kota ini. Di beberapa tempat di Kyoto banyak yang menyediakan layanan sewa kimono ini. Harganya pun bervariasi, sesuai jenis kimono yang kamu pilih. Di Kyoto juga ada beberapa tempat yang menyediakan kimono dan yukata yang bisa kamu beli untuk oleh-oleh. Sensasi jalan-jalan di Kyoto pasti akan terasa berbeda kalau menggunakan baju tradisional ini!

Mendaki Fushimi Inari Taisha

Salah satu tempat yang paling terkenal di Kyoto adalah Fushimi Inari Taisha. Ini adalah sebuah kompleks kuil Shinto yang memiliki 1000 gerbang (torii) yang berjajar dari pintu depan kuil sampai di atas gunung Inari. Kuil ini sudah ada sejak tahun 794 lho. Pengunjung bisa berjalan mengikuti alur gerbang-gerbang torii yang berjajar sampai ke puncak. Perjalanan sampai ke puncak ini bisa memakan waktu antara 1-2 jam. Tentunya pemandangan selama perjalanan menuju ke puncak ini bisa jadi bahan foto yang menarik.

Menjelajah Higashiyama

Daerah Higashiyama di Kyoto merupakan satu area yang bergaya tradisional, dipenuhi dengan jajaran taman, kuil, dan rumah bersejarah. Di area ini, ada sebuah kuil Zen besar yaitu Nanzen-ji. Kuil ini dibangun pada pertengahan abad ke-13 sebagai tempat peristirahatan Kaisar Kameyama, yang kemudian berubah fungsi menjadi kuil Zen.

Tak jauh dari Nanzen-ji ini, juga ada sebuah kuil kecil bernama Tenjuan yang didedikasikan kepada seorang guru Zen yang mengabdi pada Kaisar Kameyama. Kuil Tenjuan ini memiliki taman batu (Zen garden) dan kolam yang tertata rapi dan dinaungi pepohonan asri. Berdiam di taman ini sangat menyenangkan karena suasananya yang teduh, tenang, dan pepohonan yang menampilkan warna-warna pada musim semi atau musim gugur.

Dalam area Nanzen-ji juga terdapat sebuah bangunan aqueduct (terowongan air) yang dibangun pada masa kekaisaran Meiji (tahun 1800-an) sebagai kanal air. Saat ini kanal ini sudah tidak digunakan lagi, tapi bentuknya yang menarik membuat kanal ini menjadi salah satu spot berfoto paling populer di Kyoto.

Jamuan Teh Bersama Geisha dan Maiko

Pada masa lampau, geisha dan maiko sangat terkenal di Kyoto. Mereka adalah perempuan-perempuan yang memiliki keahlian dalam kesenian Jepang dan menghibur para tamu di rumah-rumah jamuan teh. Mereka bisa menyanyi, menari, atau membacakan puisi tradisional Jepang kepada para tamunya. Perempuan yang sedang belajar menjadi geisha disebut maiko. Menjadi geisha sangatlah sulit karena membutuhkan dedikasi dan keahlian dalam kesenian tradisional Jepang. Di era modern ini pun jumlah Geisha sudah sangat sedikit. Sehingga kalau pengunjung ingin dihibur oleh geisha, akan memakan biaya yang cukup besar. Tapi kalau kamu penasaran, tidak ada salahnya sekali-kali menyewa geisha atau maiko dalam perjamuan teh di Kyoto!

Berburu Ramen

Seorang kawan mengatakan bahwa jumlah kedai ramen di Kyoto ini paling banyak jika dibandingkan dengan di kota-kota lain. Makanya tidak mengherankan kalau banyak sekali ramen yang terkenal di kota ini. Salah satunya adalah Honke daiichi-asahi, sebuah kedai ramen yang buka dari pukul 6 pagi hingga pukul 1 dini hari. Di pagi hari, orang-orang yang berangkat kerja akan mengantri untuk sarapan di kedai ini. Begitu juga di saat jam makan siang dan makan malam! Tidak hanya populer di kalangan penduduk lokal, kedai ini juga populer di kalangan para wisatawan asing.

Kalau ingin mencicipi citarasa ramen yang berbeda, bisa juga kunjungi kedai-kedai ramen lain yang tersebar di seluruh Kyoto seperti Men Baka Ichidai, Ichiran, atau Ramen Sen No Kaze yang juga menyediakan menu ramen vegan dan halal. Sama enaknya, tapi pasti memiliki citarasa yang berbeda-beda.

Masih sangat banyak hal-hal menarik yang bisa dilakukan, masih banyak tempat-tempat unik yang patut dikunjungi di Kyoto ini. Seminggu di sini pun rasanya masih belum puas untuk menjelajahi setiap sudut kota. Rasanya akan sulit untuk meninggalkan Kyoto dengan segala keindahan dan keunikannya. Jadi selagi masih ada waktu, jangan lupa untuk menikmati suasana Kyoto yang memberikan kesan yang mendalam di hati.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Previous Story

My Five Signature Themes by GALLUP StrengthsFinder

Next Story

A Vimeo Video

Latest from Blog

Bermain di Maros

Berbekal tiket promo akhirnya gue bisa juga menjejakkan kaki di Makasar dan bermain di Maros! Ada